Wisata Dekat Mbulak Wilkel: Jejak Sejarah Mataram Islam di Pleret
Selain menikmati sawah hijau dan kuliner khas, ada satu hal yang sering luput dari perhatian wisatawan: kawasan tempat Mbulak Wilkel berada ternyata menyimpan sejarah besar. Wisata dekat Mbulak Wilkel tidak melulu soal alam, karena Kalurahan Pleret lokasi Mbulak Wilkel berada pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-17.
Artikel ini mengajak Anda menjelajahi wisata dekat Mbulak Wilkel yang sarat nilai sejarah dan budaya, cocok dipadukan dalam satu perjalanan sehari penuh.
Pleret, Bekas Ibu Kota Kerajaan Mataram Islam
Kalurahan Pleret pernah menjadi pusat Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Amangkurat I, tahun 1646 hingga 1677, yang berjarak sekitar 12 kilometer ke arah tenggara dari Kota Yogyakarta. Pusat pemerintahan ini pindah dari Kraton Mataram di Kerta, dan sejak itu Pleret memegang peran penting dalam sejarah perkembangan Mataram Islam di Nusantara.
Meski begitu, jejak fisik dari masa kejayaan tersebut kini tidak banyak tersisa. Sisa-sisa kejayaan Kerajaan Mataram Islam di kawasan ini masih sedikit terkuak karena baru sedikit sekali puing-puing yang berhasil ditemukan. Justru karena itulah, mengunjungi situs-situs yang tersisa terasa seperti membaca potongan puzzle sejarah yang belum lengkap.
Museum Pleret: Menyimpan Koleksi Peninggalan Mataram Islam
Salah satu wisata dekat Mbulak Wilkel yang paling direkomendasikan adalah Museum Pleret (dulunya bernama Museum Sejarah Purbakala Pleret), yang berlokasi di Jalan Raya Pleret, Kapanewon Pleret, Bantul. Museum ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan sejarah, mulai dari peralatan batu dari masa prasejarah, arca-arca, bagian candi, hingga umpak dan bata berukuran besar yang menjadi komponen bangunan keraton masa Mataram Islam.
Untuk membuat kunjungan lebih hidup, museum ini juga menampilkan cerita koleksi dengan sentuhan digital, sehingga pengunjung bisa lebih memahami kisah pembangunan Keraton Kerto dan Pleret pada masanya.
Situs Kedaton dan Sumur Gumuling
Tidak jauh dari museum, terdapat Situs Kedaton yang merupakan bagian dari benteng keliling keraton atau cepuri bagian selatan peninggalan Kraton Pleret era Mataram Islam. Sayangnya, situs ini kini tidak banyak menyisakan jejak yang bisa diamati secara visual, kecuali struktur pondasi bata tanpa spasi yang berada di lahan kosong di tengah permukiman warga.
Peninggalan lain yang masih bisa disaksikan adalah Sumur Gumuling, yang diyakini menjadi sumber air bagi kompleks keraton pada masanya, dan telah ditetapkan sebagai struktur cagar budaya melalui keputusan resmi Bupati Bantul pada tahun 2018.
Desa Wisata Bumi Mataram Pleret
Potensi sejarah dan budaya di kawasan ini kini dikembangkan secara resmi melalui desa wisata bernama Bumi Mataram Pleret, yang dibentuk sebagai wadah bagi para pelaku pariwisata setempat dan dikelola oleh Pokdarwis serta Bumdes. Kehadiran desa wisata ini menunjukkan bahwa wisata dekat Mbulak Wilkel bukan sekadar situs yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem pariwisata Pleret yang terus dikembangkan bersama warga.
Atraksi Budaya Lain di Sekitar Mbulak Wilkel
Selain situs sejarah, kawasan sekitar Mbulak Wilkel juga dikenal memiliki pertunjukan seni tradisional seperti Jathilan dan ritual syukuran Wiwitan yang sesekali digelar warga sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Karena jadwalnya bersifat insidental dan mengikuti kalender warga setempat, disarankan menghubungi pengelola Mbulak Wilkel terlebih dahulu untuk memastikan jadwal terkini sebelum berkunjung.
Rekomendasi Itinerary Sehari: Alam, Sejarah, dan Kuliner
| Waktu | Aktivitas |
|---|---|
| Pagi (06.00–09.00) | Sarapan soto bathok & menikmati sawah di Mbulak Wilkel |
| Siang (10.00–12.00) | Menjelajahi Museum Pleret dan Situs Kedaton |
| Sore (15.00–17.00) | Kembali ke Mbulak Wilkel untuk berfoto golden hour |
| Malam | Menikmati suasana lampu-lampu kecil di Mbulak Wilkel sambil ngobrol santai |
Tips Menjelajahi Wisata Dekat Mbulak Wilkel
- Alokasikan waktu setengah hari penuh jika ingin menjelajahi situs sejarah sekaligus menikmati Mbulak Wilkel tanpa terburu-buru.
- Tanyakan jadwal Jathilan atau ritual Wiwitan ke pengelola sebelum berangkat, karena tidak digelar setiap hari.
- Gunakan pemandu lokal jika tersedia saat mengunjungi Situs Kedaton, karena minimnya jejak fisik membuat penjelasan lisan sangat membantu memahami sejarahnya.
- Kombinasikan kunjungan pagi ke Mbulak Wilkel dan siang ke museum, lalu kembali sore hari untuk sesi foto senja.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa hubungan Mbulak Wilkel dengan sejarah Kerajaan Mataram Islam? Mbulak Wilkel berada di Kalurahan Pleret, yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam pada masa Amangkurat I sehingga kawasan sekitarnya menyimpan banyak situs bersejarah.
Apa saja wisata dekat Mbulak Wilkel yang bisa dikunjungi? Beberapa yang paling direkomendasikan adalah Museum Pleret, Situs Kedaton, dan Sumur Gumuling, yang semuanya berkaitan dengan sejarah Kraton Mataram Islam.
Apakah jarak situs sejarah ini jauh dari Mbulak Wilkel? Situs-situs tersebut berada di kawasan Kalurahan Pleret yang sama, sehingga bisa dijangkau dalam waktu singkat menggunakan kendaraan pribadi.
Apakah ada pertunjukan budaya yang bisa disaksikan? Ada, seperti Jathilan dan ritual Wiwitan, namun jadwalnya insidental sehingga perlu konfirmasi terlebih dahulu ke pengelola setempat.
Penutup
Wisata dekat Mbulak Wilkel membuktikan bahwa kawasan ini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan sawah, selain itu ada sejarah panjang Kerajaan Mataram Islam yang menanti untuk dijelajahi. Setelah puas menyusuri jejak sejarah, jangan lupa kembali ke Mbulak Wilkel untuk menikmati kuliner khasnya, memanfaatkan fasilitas yang tersedia, serta mengecek jam buka dan harga tiket dan rute menuju lokasi.
Untuk gambaran menyeluruh tentang Mbulak Wilkel, baca juga Mbulak Wilkel: Panduan Lengkap Wisata Alam, Budaya & Kuliner di Pleret, Bantul. Informasi lebih lanjut seputar potensi wisata dan budaya Kalurahan Pleret juga bisa diakses melalui situs resmi Kalurahan Pleret.
